Sedekah Solusi “Tuntaskan” Kemiskinan
Kemiskinan merupakan suatu penyakit yang paling berbahaya didalam bernegara. Bukan hanya kelaparan, kekurangan, ketidaksejahteraan namun kemiskinan juga dapat menimbulkan bentuk kejahatan seperti pemerasan, perampokan, penyamunan dan yang sangat marak saat ini adalah begal. Di Indonesia sendiri begal tersebut sudah acapkali dilakukan, sehingga tingkat keamanan dalam bernegara juga semakin sulit dan rawan.
Dikutip dari Badan Pusat dan Statistik sebanyak 28 juta rakyat Indonesia digolongkan termasuk kedalam rakyat miskin. Angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan rakyat masih minim, dimana total seluruh rakyat indonesia adalah 250 juta orang. Berarti >10% rakyat Indonesia dikategorikan sebagai orang miskin.
Adakah upaya pemerintah dalam menanggulangi hal ini? Sebenarnya banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan dan mengentaskan kemiskinan antara lain dengan memberikan kartu sakti (kartu keluarga sejahtera), memberikan BLT( Bantuan Langsung Tunai ) adapun dengan memberikan Raskin ( Beras Miskin ).
Namun itu semua tidaklah cukup untuk membuat rakyat Indonesia menjadi sejahtera dan mampu seluruhnya dan seutuhnya. Faktanya adalah masih banyak rakyat miskin yang tidak mendapat BLT dan Raskin tersebut. Dan masih ada golongan miskin yang apabila melakukan pengobatan ke rumah sakit akan dikenai biaya yang besar.
Haruslah diakui bahwa pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan rakyat yang ditanggungnya. Namun tidakkah masyarakat yang mampu juga sepatutnya dan seharusnya membantu saudara-saudara-nya yang termasuk kedalam golongan miskin tersebut? Tiada salah dan sangat baik apabila seluruh rakyat Indonesia bersama-sama dalam mengentaskan kemiskinan di bumi pertiwi ini. Sejak dahulunya tahulah kita bersama-sama bahwa negara ini dibangun dengan berlandaskan azas gotong-royong, azas kekeluargaan. Dan hal itu lah yang saat ini yang perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Sehingga tidaklah heran bahwa kejahatan terjadi dimana-mana. Karena kurang adanya simpati dan empati dari masyarakat mampu kepada golongan yang tidak mampu yang menjadi salah satu faktor.
Menurut opini saya hal ini terjadi karena banyak masyarakat kurang mensyukuri apa yang telah didapatnya, dan berusaha memperkayakan dirinya sendiri sahaja, seperti para koruptor, pejabat publik, pengusaha penghindar pajak dan bea, mafia migas, mafia pajak dan mafia-mafia lainnya yang tidak pernah memikirkan nasib saudaranya yang lainnya.
Lantas bagaimanakah langkah-langkah yang seharusnya pemerintah dan rakyat Indonesia dalam menanggulangi tingkat kemiskinan tersebut? Salah satu langkahnya yaitu dengan bersedekah. Saya pernah mendengar kajian agama yang isi nya adalah tentang manusia yang hidup dimasa depan, isinya itu begini ”Hadirin dan hadirat yang berbahagia, sesungguhnya pada hari menjelang kiamat nanti, ketika imam al-mahdi berkuasa tiada SATUPUN rakyat dunia yang miskin sehingga orang-orang kaya saat itu bingung hendak kemanakah akan memberikan infaq,zakat dan sedekah?!”.
Kita seluruhnya percaya bahwa hari kiamat pasti akan datang, dan saya percaya bahwa kelak masyarakat dunia tidak ada yang miskin lagi. Sesungguhnya seluruh agama itu mengajarkan sedekah, mengajarkan tentang memberi kepada saudaranya yang kurang mampu.
Namun bagaimanakah caranya agar seluruh masyarakat dunia (dalam hal ini negara Indonesia,-red) dapat menjadi mampu seluruh dan seutuhnya?. Tentu dengan memanfaatkan sedekah dan harusnyalah dimulai sedari sekarang. Dalam hal ini juga lah seharusnya pemerintah sebagai motor penggerak kemajuan rakyat, sebagai motor penggerak kesejahteraan rakyat menyalakan mesinnya sehebat-hebatnya. Pemerintah dapat menjadi fasilitator dalam sedekah dari masyarakat dan masyarakat sebagai aktor yang akan berperan sebagai pemberi (mampu) dan penerima (miskin). Dengan catatan adalah pemerintah sebagai fasilitator memang harus siap berkerja secara ekstra, tegas, jujur, dan tidak goblok.
Kalau lah hal ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, minimal 1000 rupiah/orang tentu akan banyak hasil yang didapatkan. Mari kita berhitung-hitung matematika. Jikalaulah negara kita memiliki rakyat sebanyak 250 juta orang, 10% dari 250 juta orang adalah penduduk miskin. Maka yang dikategorikan miskin, lebih kurang 25 juta orang. Bagaimana dengan sisanya? Tentu dapat dikatakan mampu hingga kaya raya. Jikalau 100 juta masyarakat Indonesia menyedekahkan 1000 rupiah per hari, maka akan ada setidaknya 100 miliar uang yang terkumpul. Apabila hal ini terus berlanjut selama 30 hari, maka dapat mencapai 3T. Jika berlanjut selama 1 tahun, maka total sedekah atas nama bangsa Indonesia ialah 36 T.
Mari kita berfikir apabila hal tersebut dapat dilakukan bersama-sama sudah berapa banyakkah orang-orang miskin yang terselamatkan? Sudah berapakah saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Indonesia ini yang diselamatkan? Sudah berapakah anak-anak yang putus sekolah, dapat bersekolah kembali karena uluran seluruh rakyat Indonesia? Sudah berapakah akses jalan yang telah tercipta? Sudah berapakah bangunan-bangunan, fasilitas-fasilitas, infrastruktur-infrastruktur yang telah tercipta untuk seluruh rakyat Indonesia.
Maka mulailah hal tersebut dari bagian terkecil dalam suatu komunitas. Komunitas-komunitas baik formal dikalangan siswa mahasiswa seperti OSIS SMP, SMA-sederajat, Himpunan Jurusan, BEM Fakultas, BEM universitas, ataupun komunitas/organisasi non-formal lainnya kepada Para Pengusaha, para bos besar, hingga pejabat-pejabat Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif pemerintahan negara Indonesia ini. Niscaya Tuhan akan mempermudah bangsa kita ini menjadi bangsa yang baik, menjadi bangsa yang maju dan terpenting adalah menjadi bangsa yang mulia di dunia.
Maka mulailah hal tersebut dari bagian terkecil dalam suatu komunitas. Komunitas-komunitas baik formal dikalangan siswa mahasiswa seperti OSIS SMP, SMA-sederajat, Himpunan Jurusan, BEM Fakultas, BEM universitas, ataupun komunitas/organisasi non-formal lainnya kepada Para Pengusaha, para bos besar, hingga pejabat-pejabat Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif pemerintahan negara Indonesia ini. Niscaya Tuhan akan mempermudah bangsa kita ini menjadi bangsa yang baik, menjadi bangsa yang maju dan terpenting adalah menjadi bangsa yang mulia di dunia.
Namun yang menjadi pertanyaan lagi adalah, sudah seberapa sadarkah kita, bangsa Indonesia, perihal manfaat sedekah?
Sumber : Badan Pusat dan Statistik Indonesia (https://www.bps.go.id/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar